Pages

Thursday, January 13, 2011

indiana jones and the kingdom of the crystal skull


Mengingatkan saya pada National Treasure!

Masih menghibur, masih menyegarkan. Dan Harrison Ford, masih adorable bermain sebagai Henry Jones Junior. Walaupun pasti akan lebih legit dan greget kalau tetap dipasangkan dengan Sean Connery. Tapi Shia LaBeouf yang bermain sebagai Mutt Williams, ternyata cukup mampu mengimbangi aktor kawakan senior ini.
Dengan setting Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet tahung 1957, Indy, dihadapkan pada keadaan dimana ia harus mencari Tengkorak Kristal yang menjadi legenda, yang akhirnya malah membuat Indy berbaku hantam dengan sekelompok pasukan Uni Soviet yang di pimpin oleh Dr. Polka (Cate Blanchett). Seperti biasa, ciri khas film Indiana Jones, penuh dengan riddle, teka-teki dan misteri yang akhirnya memimpin mereka ke Peru, tempat asal mulanya tengkorak ini.
Cate Blanchett, seperti biasa tampil cantik dan memukau. Serta percayalah, aksen Rusianya sungguh menakjubkan. Selain itu, point yang menjadi kelebihan film ini menjadi layak tonton adalah humor-humornya yang getir, sarkasme, cerita yang cepat dan padat, serta special FX yang memukau (bagi kamu para penggemar special FX).
Tapi sejujurnya, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull ada di bawah ekspektasi saya. Membuat saya harus menjilat ludah saya sendiri yang saya muntahkan waktu saya menonton film National Treasure. Saya ingat waktu itu saya berkata, “Ah, nggak seru! Jauh lebih seru Indiana Jones jaman dulu! Kalo mau bikin film se-genre, bikin yang lebih seru dong!” Tapi ternyata, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull mematahkan kata-kata saya itu. Kurang Seru! Itu yang pertama kali saya pikirkan keluar dari studio 21. Kurangnya Riddle dan teka-teki serta tidak ada banyak kebetulan2 yang menolong justru membuat misi Indy kali ini jadi terlihat terlalu mudah. Special FX yang terlalu hiperbola malah membuatnya jadi terlihat kurang real.
Ah, tapi siapa yang butuh realisme pada film Indiana Jones? Yang jelas Spielberg, Ford dan Lucas jelas masih bisa memelihara sisi fun dan sarkasme yang mengocok perut. And that’s what matters. Jadi, biarpun menurut saya Indy kali ini agak sedikit kurang banyak terancam akan terbunuh, tapi film ini tetap layak tonton.
Saya beri bintang tiga setengah! Walaupun saya tetap saja merindukan adegan2 thrilling-hampir-mati ala Indiana Jones

No comments:

Post a Comment